Deskripsi Kajian

Judul: 200 Tanya Jawab Seputar Aqidah - Larangan Syirik dan Ilmu Ghaib

Ustadz: Ustadz Dr. Khailid Abdusshamad, Lc., M.A.

Tanggal Kajian: Sabtu, 10 Januari 2026

Rangkuman Kajian

Pembahasan dimulai dengan penegasan bahwa hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang mengetahui perkara gaib, sehingga mendatangi serta mempercayai dukun, paranormal, atau peramal merupakan perbuatan yang sangat dilarang. Tindakan mempercayai ucapan mereka dianggap sebagai bentuk kekufuran terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam karena telah menyekutukan otoritas Allah dalam ilmu gaib. Dampak dari perbuatan ini sangat berat, di antaranya adalah tidak diterimanya ibadah shalat selama empat puluh hari bagi pelakunya, serta potensi jatuh ke dalam kesyirikan jika meyakini bahwa selain Allah memiliki kekuatan untuk mengetahui masa depan atau menyembuhkan melalui cara-cara yang dilarang.

Selanjutnya, materi menguraikan tentang pemanfaatan bintang dan hukum ilmu nujum atau astrologi dalam pandangan Islam. Allah menciptakan bintang dengan tiga fungsi utama, yaitu sebagai hiasan langit, alat pelempar setan, dan petunjuk arah bagi manusia di daratan maupun lautan. Menggunakan bintang untuk meramal nasib, menentukan karakter berdasarkan zodiak, atau menghubungkannya dengan fenomena alam seperti hujan adalah bentuk kesyirikan. Keyakinan bahwa posisi bintang memiliki pengaruh terhadap keberuntungan atau kesialan seseorang disetarakan dengan mempelajari ilmu sihir yang dapat merusak kemurnian akidah.

Bagian akhir membahas tentang fenomena tathayyur atau meyakini adanya kesialan pada benda, hewan, waktu, atau peristiwa tertentu. Merasa sial karena suara burung, bulan-bulan tertentu seperti Safar, atau tanda-tanda alam lainnya ditegaskan sebagai perbuatan syirik yang harus dihindari dengan cara bertawakal sepenuhnya kepada Allah. Jika muncul lintasan perasaan ragu di dalam hati, diperintahkan untuk melawannya dengan doa dan tetap melanjutkan urusan dengan keyakinan bahwa segala kebaikan dan keburukan berada di bawah ketentuan-Nya. Benteng utama seorang mukmin dalam menghadapi gangguan sihir maupun keyakinan menyimpang adalah dengan memperkuat zikir, tilawah Al-Qur'an, dan ibadah rutin.


Sumber: Gemini dari Video YouTube, dengan perubahan

Video Siaran Langsung

Rekaman Audio